AGAR ANAK MELEK IPTEK DAN SEHAT
Tawarkan kegembiraan pada anak sekaligus
rangsang rasa ingin tahu mereka. Ajak anak-anak lakukan eksperimen ilmiah yang
disenangi, agar temukan sendiri solusinya. Dengan itu anak diajak gemar dan melek
iptek. Anak-anak harus diransang agar menyukai fenomena ilmu alam dan teknik.
Metodenya, ajak anak-anak melakukan uji coba ilmiah yang menyenangkan dan menemukan
sendiri solusinya. Dengan itu mereka akan menyimpan dengan baik informasi itu dalam
otaknya.
Berbicaralah dengan anak sendiri setiap
saat dan tentang tema apapun. Ini akan membantu kemampuan bahasanya. Anak-anak
yang dibesarkan di keluarga yang suka berbicara, nilai IQ-nya 28 poin lebih tinggi
dibandingkan anak yang tidak banyak berbicara di rumah.
Mereka harus memutuskan sendiri eksperimen
apa yang akan diuji coba dan belajar tanpa disadari. Anak-anak melakukan uji coba
sanins dan dalam waktu bersamaan merasa senang. Misalnya, eksperimen dengan arus
listrik yang membuat rambut mereka berdiri. Atau mereka bias merasakan bagaimana
bobot tubuh dibagi rata pada kasur berpaku. Juga merasakan dari pengalaman,
betapa artistiknya jarring laba-laba.
Anak-anak juga merasa tertarik dan penasaran
dengan uji coba labirin pipa sepanjang 76 meter. Mereka bias mengirim kain berwarna-warni
berlomba menuju keluar pipa dan merasakan kekuatan hembusan udara. Dr. Christof
Bornerkurator Musium Sains Phaeno mengatakan: “Setiap obyek yang dipamerkan di
museum sains dan iptek harus berfungsi: dalam arti, pada pandangan pertama sudah
memicu ide perdana pada anak-anak, mengenai apa yang bias dilakukan dengan itu.
Di laboratorium juga ada workshop
tentang bumi. Anak-anak sudah tahu banyak tentang cacing tanah. Misalnya,
cacing bernafas lewat kulit. Atau bagaimana cacing bergerak. Reaksinya,
anak-anak merasa benar-benar jadi ilmuwan. Mereka berkomentar: semuanya seperti
di laboratorium betulan, amat bagus. Simak juga komentar siswa sekolah dasar
Lea Sophie Karsch, 10 tahun: “Banyak hal menarik untuk dibuat eksperimen”.
Contoh lainnya, bagaimana air minum diolah?
Bagaimana kerja instalasi pengolah air? Dengan tangan sendiri, anak-anak bias menemukan,
bagaimana tanah, pasir dan kerikil berfungsi menyaring kotoran dari air. Konsep
yang diusung museum sains Phaeno di Jerman adalah: menawarkan kegembiraan pada anak-anak
sekaligus merangsang rasa ingin tahu mereka. Konsepnya menjadi bahan kajian untuk
riset cara belajar. Jika anak-anak bias distimulasi lewat system belajar mandiri
dengan mandiri dengan banyak latihan, mereka akan tumbuh sebagai remaja yang
haus ilmu pengetahuan dan teknologi.
Waspada
Bagi
anak yang sudah mahir dengan computer dan surfing di internet, perlu pula
mewaspadai anak yang betah berlama-lama di depan computer. Dewasa ini sudah tidak
asing lagi bila kegiatan sehari-hari seseorang berada di depan computer.
Tuntunan kerja dan lainnya membuat seseorang tidak bias mengelakakan hal ini.
Ditambah kemajuan teknologi yang membuat semakin gemarnya seseorang untuk bercengkerama
dengan computer melalui internet salah satunya.
Computer bukanlah barang yang mewah lagi
di era sekarang. Laptop ataupun personal computer sudah mulai banyak diajarkan
di lingkungan sekolah. Saat ini sekolah tingkat terendah pun sudah mulai dikenalkan
dengan computer. Ada beberapa hal yang harus diwaspadai agar computer tidak memberikan
efek negative untuk perkembangan anak. Selain memiliki efek positif, keberadaan
computer juga bias memberikan efek negative terhadap perkembangan fisik anak.
Salah satu organ tubuh yang bias terkena imbas dari penggunaan computer yaitu mata.
Penggunaan computer yang berlebihan pada anak-anak bias menyebabkan anak terkena
penyakit myopia. Penyakit myopia ini lebih dikenal dengan penyakit mata minus.
Ada beberapa hal yang menyebabkan
myopia ini bias terjadi. Anak terlalu lama menatap layar monitor dan jarang berkedip.
Posisi duduk yang salah dan jarak pandang yang terlalu dekat dengan monitor.
Kualitas layar monitor yang buruk. Kalau diamati lebih jauh lagi, penyakit
myopia ini akan sangat jarang ditemui pada anak-anak yang terbiasa bermain di
luar rumah. Maka tak heran apabila anak-anak zaman dahulu akan memiliki penglihatan
yang lebih tajam dan jarang yang mempunyai penyakit mata minus.
Dekat
Hal
ini disebabkan anak-anak yang jarang focus melihat benda-benda dalam jarak dekat.
Anak-anak yang sering bermain di luar akan lebih sering untuk melihat yang
jauh-jauh sehingga kesehatan matanya tetap terjaga. Anak-anak yang lebih suka bermain
di depan computer akan lebih sering mengalami ketegangan mata atau eye strain.
Padahal perkembangan mata anak belum maksimal sehingga ketika ketegangan mata ini
tidak diindahkan maka yang kemudian muncul adalah penyakit myopia, kasihan sekali
melihat sikecil sudah berkacamata.
Agar anak tidak terkena Computer
Vision Syndrome, berikut beberapa yang wajib dilakukan oleh orang tua antara
lain: Mengatur jarak layar monitor. Sebaliknya jarak antara mata dengan layar
monitor yang disarankanya itu antara 18 sampai 28 inchi. Apabila jarak yang
dipakai terlalu pendek maka mata anak akan cepat mengalami ketegangan (eye train). Memberikan sarana yang tepat.
Sebaiknya meja dan kursi disesuaikan dengan postur tubuh anak. Hindari penggunaan
meja dan kursi orang dewasa dipakai untuk anak. Karena posisi duduk yang salah juga
bias menyebabkan penyakit kelainan tulang punggung belakang.
Waspadai perilaku anak. Sebaiknya para
orang tua memperhatikan dengan benar perilaku anaknya. Ada beberapa hal yang
mesti diwaspadai ketika anak sering mengucek/menggosok mata. Kepala anak tidak tegak
dan cenderung sering miring kesamping. Anak mengeluh mengalami mata kabur. Mata
sering merah. Posisi duduk anak yang anehdan lain dari pada biasanya.
AturWaktu
Sebaiknya jangan memberikan kebebasan berlebih
pada anak ketika anak sedang bermain computer. Berilah batasan agar anak mengistirahatkan
mata dan agar anak bersosialisasi dengan lingkungannya.
Berikan Nutrisi yang Cukup
Berilah
kecukupan vitamin A pada anak. Vitamin A akan mampu untuk menjaga kesehatan mata
pada anak.
Apabila
anak lebih suka bermain di depan laptop maka sebaiknya dijaga kesehatan mata anak
dengan rutin memeriksakan pada dokter ahli mata. Mengenalkan anak pada dunia
computer memang perlu. Akan tetapi menjaga kesehatan anak juga merupakan prioritas
utama yang harus diperhatikan. Kemajuan teknologi hatus diimbangi dengan penjagaan
yang tepat agar anak bias berkembang secara maksimal. Baik itu perkembangan fisiknya
maupun perkembangan kecerdasannya. Oleh sebab itu sebaiknya berhati-hatilah ketika
anak sering menggunakan computer dan berlama-lama di depan layar monitor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar