Rabu, 01 Februari 2017

Revolusi Pendidikan Mos




        Masa orientasi siswa, atau yang kini dikenal dengan istilah masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan program tahunan lembaga pendidikan, yang bertujuan untuk menyambut sekaligus memperkenalkan sekolah pada siswa baru. Lazimnya, kegiatan tersebut bisa dijumpai hampir di seluruh tingkat pendidikan. Mulai dari tingkat SMP, SMA, bahkan hingga keperguruan tinggi sekalipun. Baikitu yang berstatus negeri, maupun swasta. Itulah sebabnya, di setiap tahun ajaran baru, perbincangan mengenai Mos menjadi satu topik menarik, mengundang banyak perhatian masyarakat luas.
          Hal menarik dalam pelaksanaan Mos, yang sering kali menjadi sasaran kritik sekaligus mengundang spekulasi public adalah model kegiatan yang sifatnya tidak edukatif. Siswa baru diwajibkan mengenakan atribut-atribut aneh, adegan-adegan yang berbau penyiksaan, baik secara fisik, serta beragam kegiatan yang mengarah pada perpeloncoan. Akibatnya, Mos yang sejatinya memiliki fungsi edukatif kreatif. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru. Mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya. Akhirnya, mengalami disfungsi, berubah arah menjadi ajang pembodohan.
          Oleh sebab itu, jangan salahkan peserta didik bila pada kenyataannya mereka mengalami masalah dengan kedisiplinan, kenakalan serta ketidakpahaman mereka mengenai segala aspek pendidikan, tempat mereka menimba ilmu. Demikian, karena sejak pertama kali masuk sekolah, mereka sudah disambut dengan model dan cara didik yang tidak benar.
Faktor Penyebab
        Selama ini, institusi pendidikan, dalam hal ini sekolah kurang menaruh perhatian terhadap keberlangsungan kegiatan Mos. Bahkan, tak jarang Mos dijalankan sekadar formalitas guna memenuhi pengakuan status sebagai lembaga pendidikan. Akibatnya, kegiatan Mos kehilangan makna substansinya, menjadi suatu kegiatan pendidikan yang tawar. Miskin manfaat, dan jauh dari semangat edukatif.
          Ironinya, pelaksanaan Mos yang seharusnya berada pada domain pendidik, malah dilimpahkan kepada siswa, yang notabeni tidak memiliki kapasitas mencukupi, dan belum matang secara mental. Jadilah kemudian serba kabur. Tidak mempunyai arah jelas, kecuali berupa ajang lucu-lucuan yang dipenuhi perilaku-perilaku aneh. Serta aksi balas dendam senior terhadap adik kelasnya. Sehingga, tidak mengherankan bila dalam setiap pelaksanaan Mos, ramai pemberitaan perihal kekerasan di lingkungan pendidikan. Padahal, meminjam bahasanya Paolo Freire, pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia. Pendidikan harus bisa membebaskan manusia dari ketertindasan, dan melepaskannya dari cengkraman kekerasan.
          Padabatas-batas tertentu, keterlibatan siswa dalam masa orientasi siswa pelajar baru dapat diperbolehkan. Namun, hal itu terbatas pada bentuk demonstrasi kegiatan-kegiatan sekolah. Seperti pentas seni, olahraga, kegiatan pramuka. Dengan tujuan memberi stimulus, sekaligus upaya mengenalkan kegiatan-kegiatan sekolah pada peserta didik baru. Sekali lagi, Mos bukan berada pada domain pelajar atau siswa yang masih berada dalam status belajar. Melainkan, beradapada domain pendidik. Dalam hal ini, dipegang sepenuhnya oleh kepala sekolah beserta jajaran guru di dalamnya.
Revolusi Paradigma
        Selama revolusi pendidikan tidak dijalankan, jangan berharap persoalan dinamika pendidikan di negeri ini akan terselesaikan. Salah satu diantaranya adalah berkaitan erat dengan tata pelaksanaan Mos. Revolusi paradigma pendidikan kegiatan Mos penting dijalankan. Dikatakan penting, karena kegiatan Mos merupakan langkah awal (first step) perkenalkan pelajar dengan sekolah, tempat dirinya akan mengenyam pendidikan.
          Dalam konteks inilah, langkah pemerintah melalui penerapan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), nomor 18 tahun 2016 tentang tata pelaksanaan MOS, yang sekarang diberi nama Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru, patut kita apresiasi dan dukung bersama. Karena, dengan diterbitkannya peraturan tersebut, maka kegiatan masa orientasi pengenalan sekolah akan lebih menampilkan iklim dan adegan yang edukatif-kreatif. Menciptakan nuansa sekolah sebagai wahana pendidikan yang menyenangkan. Sehingga, belajar pun tidak lagi menjadi satu aktivitas membosankan. Melainkan menjadi suatu yang mengasyikkan.
          Dengan peraturan itu pula, setiap kegiatan yang tidak memuat nilai-nilai edukatif secara konstitusi resmi dilarang. Jadi, sudah tidak ada lagi yang perpeloncoan, tontonan-tontonan lucu, kekerasan, penyiksaan, bentakan, intimidasi, dan lain sebagainya. Kalaupun masih ada, maka akan berlaku sanksi khusus, yang berkaitan langsung dengan pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan pada satuan pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.
          Oleh sebab itu, guna menjalankan peraturan tata pelaksanaan Mos ini secara konprehensif. Maka, diperlukan sinergitas semua pihak terkait. Khususnya, sivitas lembaga pendidikan. Ikut meninjau langsung segala bentuk macam kegiatan yang diberlakukan selama masa pelaksanaan Mos. Jangan lagi ada tindakan-tindakan aneh atau kegiatan yang tidak sejalan dengan peraturan. Pihak kepala sekolah tidak semata cukup memperhatikan pelaksanaan Mo berdasarkan imbauan, saran, atau sebatas peraturan. Lebih dari itu, harus ada pendampingan untuk senantiasa aktif memonitoring. Dalam hal ini, pihak lembaga pendidikan dapat menugaskan beberapa guru agar bersedia mengawasi, membimbing, dan mengarahkan selama kegiatan Mos berlangsung.
          Dalam konteks inilah, seorang guru tidak boleh absen mendampingi. Sebaliknya, guru harus berusaha mengetahui setiap kegiatan yang dilakukan peserta didik. Bila perlu, lakukan pendampingan. Dengan pendekatan semacam itu, guru bukan lagi sebatas menjadi pawang. Melainkan menjadi sahabat bagi anak-anak. Harapannya, perubahan paradigma seperti ini akan mampu memudahkan peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Serta memperkuat ikatan emosional antara guru dengan segenap peserta didiknya.

ASTRONOM TEMUKAN LUBANG HITAM SELARAS



ASTRONOM TEMUKAN LUBANG HITAM SELARAS
        Sebuah teleskop radio yang sangat sensitif telah melihat sesuatu yang aneh di kedalaman kosmos. Sekelompok lubang hitam supermasif yang misterius terlihat selaras, seakan berada dalam tarian kosmik yang disingkronisasikan. Lubang hitam, yang menempati pusat galaksi di wilayah ruang yang disebut ELAIS_N1, tampaknya tidak memiliki hubungan satu sama lain, dipisahkan oleh jutaan tahun cahaya.
          Tapi setelah mempelajari gelombang radio yang dihasilkan oleh jet kebar yang meledak dari kutub lubang hitam, para astronom menyadari bahwa semua jet menunjuk ke arah yang sama, seperti panah pada kompas yang mengarah ke uttara. Para astronom menggunakan data dari Giant Metrewave Radio Telescope (GMRT) di India.
          Ini adalah pertama kalinya sekelompok lubang hitam supermasif di inti galaksi terlihat dalam hubungan yang tergolong aneh. Apa yang disaksikan adalah sekelompok galaksi, yang semua memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya memiliki sumbu rotasi yang menunjuk kea rah yang sama.
“Karena lubang hitam ini tidak saling mengetahui tentang satu sama lain, atau memiliki cara untuk bertukar informasi atau saling mempengaruhi langsung dalam skala besar seperti ini, putaran keselarasan ini harus terjadi salama pembentukan galaksi di alam semesta awal”, kata Andrew Russ Taylor, direktur Inter-University Institute for Data Intensive Astronomy di Cape Town, Afrika Selatan. Tailor adalah penulis utama penelitian ini yang diterbitkan dalam Pemberitahuan Bulanan jurnal dari Royal Astronomical Society.
Kesamaan
        Dengan kata lain, meskipun masing-masing galaksi ini saat ini saling berjauhan satu sama lain, mereka mungkin berasal dari fluktuasi massal skala kecil yang sama, tak lama setelah Big Bang, dan memiliki beberapa kesamaan pada skala kuantum. Benda-benda ini semua dilahirkan di wilayah padat yang sama sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, saat alam semesta mengembang, mereka melayang terpisah ke dalam galaksi dewasa yang terlihat hari ini di luar angkasa.
          Tapi kenyataannya, mereka tetap sangat terkolerasi sehingga memberikan kesempatan yang luar biasa bagi para astronom untuk melihat bagaimana struktur skala kecil alam semesta awal mempengaruhi struktur skala besar alam semesta yang kita saat ini.
          Para peneliti berharap menggunakan penemuan yang mengejutkan ini untuk mungkin lebih memahami kondisi di mana mereka terbentuk, namun penemuan ini akan menjadi tantangan besar untuk dijelaskan karena tidak ada model kosmologi yang saat ini yang dapat menjelaskan itu. “Hal ini tidak bisa dijelaskan berdasarkan pemahaman kita tentang kosmologi. Ini sebuah temuan aneh, kata kolaborator Romeel Dave, dari University of Western Cape, Afrika Selatan.
          Mungkin medan magnet kuat mempengaruhi materi primodial sedemikian rupa untuk benih kelompok lubang hitam yang tersinkron ini. Mungkin pengaruh dari partikel materi gelap hipotesis (seperti axions) memiliki peran dalam permainan ini atau string kosmik mungkin entah bagaimana mempengaruhi evolusi mereka. Untuk saat ini, itu tetap misteri. Menariknya, penemuan lubang hitam selaras ini datang secara kebetulan.
Awan Gas
          Sementara itu, sebuah tim astronom di Keio University di Jepang telah menemukan sebuah awan gas misterius, yang disebut CO-0.40-0.22, hanya berjarak 200 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Para peneliti dari National Institute of Natural Sciences telah menemukan fitur misterius ini dengan dua Teleskop Nobeyama di Jepang dan Teleskop ASTE, yang dioperasikan oleh National Astronomical Observatory of Japan.
          Awan ini mengandung tanda-tanda lubang hitam dengan massa 100 ribu kali massa matahari. Tim berasumsi bahwa mungkin lubang hitam bermassa menengah ini adalah kunci untuk memahami kelahiran lubang hitam supermasif yang terletak di pusat galaksi. Setelah melakukan eksperimen, studi ini menemukan bahwa ada sejumlah awan kompak yang mirip dengan CO-0.40-0.22.
          Penulis utama Oka mengatakan, sebagian besar lubang hitam mungkin gelap dan sangat sulit dilihat secara langsung pada setiap panjang gelombang dan penyelidikan gerak gas dengan teleskop radio dapat menyediakan cara yang saling melengkapi untuk mencari lubang hitam gelap. Tim beramsumsi bahwa beberapa dari awan ini mungkin mengandung lubang hitam. Studi tersebut menunjukkan bahwa ada 100 juta lubang hitam di Galaksi Bima Sakti, tetapi pengamatan X-ray hanya menemukan puluhan saja sejauh ini, demikian studi yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters.

AGAR ANAK MELEK IPTEK DAN SEHAT



AGAR ANAK MELEK IPTEK DAN SEHAT
          Tawarkan kegembiraan pada anak sekaligus rangsang rasa ingin tahu mereka. Ajak anak-anak lakukan eksperimen ilmiah yang disenangi, agar temukan sendiri solusinya. Dengan itu anak diajak gemar dan melek iptek. Anak-anak harus diransang agar menyukai fenomena ilmu alam dan teknik. Metodenya, ajak anak-anak melakukan uji coba ilmiah yang menyenangkan dan menemukan sendiri solusinya. Dengan itu mereka akan menyimpan dengan baik informasi itu dalam otaknya.
          Berbicaralah dengan anak sendiri setiap saat dan tentang tema apapun. Ini akan membantu kemampuan bahasanya. Anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang suka berbicara, nilai IQ-nya 28 poin lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak banyak berbicara di rumah.
          Mereka harus memutuskan sendiri eksperimen apa yang akan diuji coba dan belajar tanpa disadari. Anak-anak melakukan uji coba sanins dan dalam waktu bersamaan merasa senang. Misalnya, eksperimen dengan arus listrik yang membuat rambut mereka berdiri. Atau mereka bias merasakan bagaimana bobot tubuh dibagi rata pada kasur berpaku. Juga merasakan dari pengalaman, betapa artistiknya jarring laba-laba.
          Anak-anak juga merasa tertarik dan penasaran dengan uji coba labirin pipa sepanjang 76 meter. Mereka bias mengirim kain berwarna-warni berlomba menuju keluar pipa dan merasakan kekuatan hembusan udara. Dr. Christof Bornerkurator Musium Sains Phaeno mengatakan: “Setiap obyek yang dipamerkan di museum sains dan iptek harus berfungsi: dalam arti, pada pandangan pertama sudah memicu ide perdana pada anak-anak, mengenai apa yang bias dilakukan dengan itu.
          Di laboratorium juga ada workshop tentang bumi. Anak-anak sudah tahu banyak tentang cacing tanah. Misalnya, cacing bernafas lewat kulit. Atau bagaimana cacing bergerak. Reaksinya, anak-anak merasa benar-benar jadi ilmuwan. Mereka berkomentar: semuanya seperti di laboratorium betulan, amat bagus. Simak juga komentar siswa sekolah dasar Lea Sophie Karsch, 10 tahun: “Banyak hal menarik untuk dibuat eksperimen”.
          Contoh lainnya, bagaimana air minum diolah? Bagaimana kerja instalasi pengolah air? Dengan tangan sendiri, anak-anak bias menemukan, bagaimana tanah, pasir dan kerikil berfungsi menyaring kotoran dari air. Konsep yang diusung museum sains Phaeno di Jerman adalah: menawarkan kegembiraan pada anak-anak sekaligus merangsang rasa ingin tahu mereka. Konsepnya menjadi bahan kajian untuk riset cara belajar. Jika anak-anak bias distimulasi lewat system belajar mandiri dengan mandiri dengan banyak latihan, mereka akan tumbuh sebagai remaja yang haus ilmu pengetahuan dan teknologi.
Waspada
        Bagi anak yang sudah mahir dengan computer dan surfing di internet, perlu pula mewaspadai anak yang betah berlama-lama di depan computer. Dewasa ini sudah tidak asing lagi bila kegiatan sehari-hari seseorang berada di depan computer. Tuntunan kerja dan lainnya membuat seseorang tidak bias mengelakakan hal ini. Ditambah kemajuan teknologi yang membuat semakin gemarnya seseorang untuk bercengkerama dengan computer melalui internet salah satunya.
          Computer bukanlah barang yang mewah lagi di era sekarang. Laptop ataupun personal computer sudah mulai banyak diajarkan di lingkungan sekolah. Saat ini sekolah tingkat terendah pun sudah mulai dikenalkan dengan computer. Ada beberapa hal yang harus diwaspadai agar computer tidak memberikan efek negative untuk perkembangan anak. Selain memiliki efek positif, keberadaan computer juga bias memberikan efek negative terhadap perkembangan fisik anak. Salah satu organ tubuh yang bias terkena imbas dari penggunaan computer yaitu mata. Penggunaan computer yang berlebihan pada anak-anak bias menyebabkan anak terkena penyakit myopia. Penyakit myopia ini lebih dikenal dengan penyakit mata minus.
          Ada beberapa hal yang menyebabkan myopia ini bias terjadi. Anak terlalu lama menatap layar monitor dan jarang berkedip. Posisi duduk yang salah dan jarak pandang yang terlalu dekat dengan monitor. Kualitas layar monitor yang buruk. Kalau diamati lebih jauh lagi, penyakit myopia ini akan sangat jarang ditemui pada anak-anak yang terbiasa bermain di luar rumah. Maka tak heran apabila anak-anak zaman dahulu akan memiliki penglihatan yang lebih tajam dan jarang yang mempunyai penyakit mata minus.
Dekat
        Hal ini disebabkan anak-anak yang jarang focus melihat benda-benda dalam jarak dekat. Anak-anak yang sering bermain di luar akan lebih sering untuk melihat yang jauh-jauh sehingga kesehatan matanya tetap terjaga. Anak-anak yang lebih suka bermain di depan computer akan lebih sering mengalami ketegangan mata atau eye strain. Padahal perkembangan mata anak belum maksimal sehingga ketika ketegangan mata ini tidak diindahkan maka yang kemudian muncul adalah penyakit myopia, kasihan sekali melihat sikecil sudah berkacamata.
          Agar anak tidak terkena Computer Vision Syndrome, berikut beberapa yang wajib dilakukan oleh orang tua antara lain: Mengatur jarak layar monitor. Sebaliknya jarak antara mata dengan layar monitor yang disarankanya itu antara 18 sampai 28 inchi. Apabila jarak yang dipakai terlalu pendek maka mata anak akan cepat mengalami ketegangan  (eye train). Memberikan sarana yang tepat. Sebaiknya meja dan kursi disesuaikan dengan postur tubuh anak. Hindari penggunaan meja dan kursi orang dewasa dipakai untuk anak. Karena posisi duduk yang salah juga bias menyebabkan penyakit kelainan tulang punggung belakang.
          Waspadai perilaku anak. Sebaiknya para orang tua memperhatikan dengan benar perilaku anaknya. Ada beberapa hal yang mesti diwaspadai ketika anak sering mengucek/menggosok mata. Kepala anak tidak tegak dan cenderung sering miring kesamping. Anak mengeluh mengalami mata kabur. Mata sering merah. Posisi duduk anak yang anehdan lain dari pada biasanya.
AturWaktu
          Sebaiknya jangan memberikan kebebasan berlebih pada anak ketika anak sedang bermain computer. Berilah batasan agar anak mengistirahatkan mata dan agar anak bersosialisasi dengan lingkungannya.
Berikan Nutrisi yang Cukup
        Berilah kecukupan vitamin A pada anak. Vitamin A akan mampu untuk menjaga kesehatan mata pada anak.
Melakukan Pemeriksaan Mata Anak Secara Rutiin
        Apabila anak lebih suka bermain di depan laptop maka sebaiknya dijaga kesehatan mata anak dengan rutin memeriksakan pada dokter ahli mata. Mengenalkan anak pada dunia computer memang perlu. Akan tetapi menjaga kesehatan anak juga merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan. Kemajuan teknologi hatus diimbangi dengan penjagaan yang tepat agar anak bias berkembang secara maksimal. Baik itu perkembangan fisiknya maupun perkembangan kecerdasannya. Oleh sebab itu sebaiknya berhati-hatilah ketika anak sering menggunakan computer dan berlama-lama di depan layar monitor.